Friday, September 27, 2013

ku mahu peluang kedua

apa aku benar benar sudah bersedia untuk melepaskan dia? Itu satu persoalan yang acap kali timbul jauh di benak hatiku. Tiap kali melihatkan status status dia di facebook atau twitter, sentiasa memberikan harapan, sinar baru buatku. setiap kali bila aku sudah bersedia ingin melupakanmu, kau hadir. muncul. seraya dengan senyuman yang bisa, dan selalu membuat aku cair. melihatmu dari jauh sudah cukup buatku. lagi lagi bila bersua denganmu.

aku memandang kau. memandang secara diam-diam. secara curi curi. kau memandang aku. bila aku menoleh dan cuba mencuri pandang terhadapmu, kau mengalihkan pandangan. apa itu mungkin hanyalah perasaan? aku tidak kisah. cukuplah sekadar aku dapat melihatmu. walaupun bukan hari hari, tapi ianya cukup membuatkan hatiku berbunga bunga.

kau jalan di depan. aku jalan di belakang. aku hanya melihatmu dari belakang. kau sedang rancak berbicara bersama teman temanmu. matamu galak. senyumanmu menguntum seribu bicara. kau tersenyum. kau tertawa. entah apa yang kau bualkan bersama mereka. dan jauh terlintas dalam hatiku. harapanku agar selalu melihatmu tersenyum. melihatmu tertawa. gembira. dalam diam aku menyimpan hasrat. untuk melihat kau tersenyum di depanku. satu hari nanti pasti akan tiba detiknya. aku yakin itu.

malam malam tercari bulan dan bintang. bulan malam yang terang. bulan malam purnama. sebab aku tahu, bulan milik kita. kau aku bersama pandang bulan yang sama. bulan yang terang, purnama - aku teringatkan dirimu. bagaimana kau selalu berkata yang kau sering berbicara bersama bulan. bagaikan bulan boleh mendengar bicara itu. bagaikan bulan boleh berbicara denganmu. sekali lagi aku menyimpan harapan. jauh yang tertanam di lubuk hati ini. supaya kau dan aku bisa berbicara. sepertimana kau berbicara dengan bulan.

jadi. aku minta satu peluang. satu peluang untuk kau dan aku. menghabiskan sisa sisa yang tersisa di sini.

No comments: